APEL PERINGATAN HARI KESEHATAN NASIONAL YANG KE 54

IMG_6019WARTA DINKES (12/11). -Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu menggelar apel memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-54 di halaman Kantor Kantor Bupati Kabupaten Tanah Bumbu.

Tema peringatan HKN kali ini adalah Ayo Hidup Sehat Maulai dari Kita, tema tersebut sejalan dengan program Indonesia sehat melalui pendekatan keluarga.

Apel peringatan itu dipimpin langsung Sekretaris Daerah H Rooswandi Salem M. Sos., MM dan dihadiri sejumlah SKPD lainnya dan Kepala Puskesmas Se Kabupaten Tanah Bumbu.

Amanat Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek dibacakan langsung oleh Sekretaris Daerah H Rooswandi Salem M. Sos., MM selaku pembina upacara. Dalam amanat itu Menteri Kesehatan RI menjelasakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Program lndonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (P|S-PK), yang menekankan pada upaya promotif dan preventif sebagai pendekatan pembangu nan kesehatan. Kesempatan ini juga merupakan momentum yang baik untuk kita merenungkan dan introspeksi terhadap apa yang telah kita capaidalam pembangunan kesehatan.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa, dalam membangun kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas bangsa. Pelaksanaan GERMAS harus dimulaidaridiri kita sendiri, kemudian keluarga, tatanan masyarakat, dan akhirnya seluruh komponen bangsa.

Sesuai dengan lnstruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017, GERMAS pada dasarnya adalah pendekatan kerjasama, kolaborasi, dan integrasi seluruh pelaku pembangunan baik pemerintah maupun swasta untuk melihat kesehatan sebagai investasi bangsa, guna

meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas bangsa. Kondisi sehat-sakit adalah hasil perilaku masyarakat, namun kondisisehat-sakit juga merupakan outcome alau dampak dariseluruh proses pembangunan yang sifatnya multi-sektoral. Oleh karena itu, kerjasama dan kolaborasi multi-sektoral adalah sebuah keniscayaan dalam pembangunan kesehatan.IMG_6001

Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Porgram lndonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga untuk memperkuat manajemen puskesmas dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Program lndonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK) pada dasarnya merupakan integrasi pelaksanaan program- program kesehatan baik Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) maupun upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) secara berkesinambungan, dengan target fokus kepada 12 lndikator Kesehatan Keluarga yang berdasarkan data dan informasi dari Profil Kesehatan Keluarga dengan harapan Puskesmas akan mampu melakukan intervensi kesehatan pada akar masalah kesehatan di tingkat keluarga.

lndonesia sekarang sedang menghadapi transisi epidemiologi. Terkait dengan penyakit, kita menghadapi tiga beban penyakit. Beban penyakit yang diukur dari tahun yang hilang akibat kematian dini, telah bergeser dari penyakit menular ke arah penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, diabetes, kanker, dan sebagainya; namun di sisi lain muncul ancaman penyakit infeksi baru, sepertiflu burung, ebola, TB Resisten Obat, dan lain-lain. Di sisi lainnya lagi, kita juga masih dihadapkan pada masalah penyakit menular yang belum selesai, seperti Demam Berdarah, TB, Malaria, H lV/Al DS, Filariasis, Kecacingan, dan lain-lain.

Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa berbagai indikator pembangunan kesehatan mengalami perlcaikan, namun juga masih ada indikator yang perlu terus diperbaiki dan ditingkatkan.

Angka stunting pada balita telah turun dari 37,2 persen tahun 2013 menjadi 30,8 persen pada tahun 2018. Hal inisejalan dengan perbaikan pada beberapa indikator Kesehatan lbu dan Anak, seperti Antenatal Care, Persalinan oleh Tenaga Kesehatan, Perawatan lbu Nifas, dan Pelayanan Kesehatan pada Bayidan Balita. Di sisi lain, indikator-indikator Penyakit Tidak Menular telah menunjukkan kenaikan dari sisi angka kejadian. Prevalensi Kencing Manis berdasarkan pemeriksaan darah telah meningkatdari6,9 persen pada tahun 2013 menjadi 8,5 persen pada tahun 2018, Hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah telah meningkat dari 25,8 persen pada tahun 2013 menjadi 34,1 persen pada tahun 2018. Perilaku merokok pada remaja juga meningkat dari 7,2 persen pada tahun 2013 menjadi 9,1 persen pada tahun 2018.IMG_5993

Perilaku hidup sehat di masyarakat kita masih perlu ditingkatkan. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa perilaku makan buah dan sayur yang cukup, yakni  5 porsi per hari sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia, baru mencapai 5 persen. Sementara perilaku aktivitas fisik, juga masih perlu ditingkatkan, karena masih 33,5 persen penduduk diatas 10 tahun yang aktivitas fisiknya kurang.

Kita harus menyadari bahwa tantangan di depan kita semakin berat, semakin luas, dan semakin kompleks. Solusi terhadap berbagai permasalahan tadi tentu memerlukan kepemimpinan yang kuat, manajemen yang handal, kolaborasi multi-sektor harmonis, dan monitoring evaluasi pembangunan yang terstruktur dan sistematis. Saya sangat berharap muncul berbagai inovasi baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, sampai dengan puskesmas, guna menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan kesehatan yang sedang kita hadapi.

Saya percaya bahwa selama ini jajaran kesehatan dari level pusat, provinsi, kabupaten, sampai puskesmas juga telah berkerja keras, dengan semangat luar biasa,IMG_5990

guna melayani masyarakat.  Dalam berbagai kunjungan saya ke daerah, saya mendapatkan bermacam inovasi yang dikembangkan oleh daerah baik inovasi manajemen maupun inovasi teknis pelayanan yang harus terus ditingkatkan dan diperkuat. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Saudara-Saudara yang telah mendedikasikan hariharinya untuk pembangunan kesehatan. Sekali lagi saya berharap bahwa Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Program lndonesia Sehat dengan Pendekatan Ketuarga (P|S-PK) dapat diimplementasikan lebih operasional dan konkrit di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, saya meminta kepada jajaran kesehatan dan juga lintas sektor untuk mempergunakan data dan informasi pendataan Keluarga Sehat menjadi dasar intervensi baik di sektor kesehatan maupun lintas sektor dalam rangka menyelesaikan perniasalahan kesehatan secara tuntas di tingkat keluarga.

Setelah menyampikan amat dari Menteri Kesehatan RI di lanjutkan dengan pembagian Piagam penghargaan Puskesmas dan Tenaga Kesehatan Berprestasi, dan Pembagian Sertivikat Puskesmas Yang terakreditasi,  yang langsung di serahkan oleh Sekretaris Daerah, Asisten 1 dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu. AKIMG_6049

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *