DINAS KESEHATAN PELAKSANA APEL GABUNGAN SENIN DI HALAMAN KANTOR BUPATI

IMG_7033WARTA DINKES (01/28). – Dinas Kesehatan  Kabupaten Tanah Bumbu yang di pimpin langsung oleh Kadinkes Tanah bumbu Dr. H. M. Damrah, S. Sos., M. Si menjadi pembina apel gabungan yang digelar di halaman Kantor Bubapti Tanah Bumbu, Senin (28/01/2019). Apel rutin setiap Senin ini diikuti oleh segenap ASN di lingkungan Pemkab Tanah Bumbu.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan kabupateN Tanah Bumbu Dr. H. M. Damrah, S. Sos., M. Si  menyampaikan beberapa amanah, di antaranya mengenal stanting, kondisi tubuh anak pendek Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Banyak yang tak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah pertumbuhan si kecil. Apalagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun. Hal ini harus segera ditangani dengan segera dan tepat. Pasalnya stunting adalah kejadian yang tak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi.

Kondisi ini disebabkan oleh tidak tercukupinya asupan gizi anak, bahkan sejak ia masih di dalam kandungan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 20% kejadian stunting sudah terjadi ketika bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini diakibatka oleh asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit. Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.

Selain itu, stunting juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Entah itu tidak diberikan ASI eksklusif ataupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas.

Banyak teori yang menyatakan bahwa kurangnya asupan makanan yang mengandung zink, zat besi, serta protein ketika anak masih berusia balita adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan kejadian ini.

Sambutan terakhir kandinkes tanbu iyalah masalah nyamuk demam berdarah Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang diketahui memiliki empat serotipe virus dengue, di antaranya DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Di Indonesia sendiri, virus ini ditularkan oleh dua jenis nyamuk demam berdarah betina, yaitu Aedes aegypti sebagai vektor utama dan Aedes albopictus sebagai vektor sekunder.

Jenis nyamuk demam berdarah ini memiliki sifat anthropofilik, artinya mereka lebih memilih untuk menghisap darah manusia. Selain itu juga bersifat multiple feeding, artinya untuk memenuhi kebutuhan darah sampai kenyang biasanya nyamuk ini bisa menghisap darah beberapa kali.

Sifat multiple feeding inilah yang dapat meningkatkan risiko penularan demam berdarah di wilayah perumahan yang penduduknya lebih padat. Sebab, satu nyamuk yang infektif dalam satu periode waktu menggigit akan mampu menularkan virus kepada lebih dari satu orang. Kata Kadinkes Tanah Bumbu (AK)IMG_7044

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *